Awal aku suka mewarnai karena kejenuhan mengajar di dalam kelas. Aku harus berhadapan dengan administrasi kelas yang bertumpuk-tumpuk ditambah dengan suasana kelas yang kadang tidak kondusif apalagi kalau cuaca siang hari nan panas. Jika harus mengajar pada jam akhir, wah.. luar biasa membutuhkan tenaga ekstra. Siswa semakin lasak karena panas, walau pun kelas sudah dilengkapi dengan beberapa kipas angin.
Suatu saat ketika aku sendiri di dalam kelas, aku mencoret-coret kertas dengan spidol warna. lambat laun, aku tertarik, karena warna warni itu membuat aku lebih rileks. Kemudian keesokan harinya, aku coba lagi coret core dengan menambahkan beberapa fariasi warna, dan hasilnya aku gembira.
Pengalaman ini, aku coba di dalam kelas. Setiap anak aku berikan selembar kertas dengan pola yang harus diwarnai. Sungguh, diluar dugaan, kelas yang ramai dan lasak, berubah menjadi kelas "adem". Siswa asik bermain coretan warna warnai mereka, bahkan mereka berdiskusi memilih warna yang tepat.
Pengalaman ini, membuat aku semakin mencintai mewarnai. Mewarnai dunia, menjadi bagian yang tidak lepas dari sensasi seni manusia.

No comments:
Post a Comment