Monday, July 13, 2020

PAT Kelas 2


PAT Kelas 3


Materi Kelas 3

RPP Kelas 2

RPP Kelas 1

Guru Belajar

Kata pepatah "belajar itu sampai akhir hayat". Artinya belajar tidak mengenal waktu, lintas batas dan meluncur tanpa henti. Jika mendengar kata "belajar", asosiasi kita adalah gedung kelas, bangku siswa, lingkungan sekolah, buku paket, pensil, pena dan piranti lain yang berhubungan dengan belajar. Dan yang belajar adalah siswa, yang mengajar adalah guru.

Pasca pandemi Covid-19, siswa dan guru berada dalam arena yang sama, yaitu terdampak covid. Pembelajaran reguler yang dilakukan di sekolah senyap berbulan-bulan.  Semua harus stay safe at home  sambil berupaya untuk tetap belajar dan mengajar.  Pada saat yang bersamaan, di wilayah yang memiliki fasilitas jaringan internet bagus, baik guru mau pun siswa sama sama mampu mengakses informasi global dengan mudah. Guru bukan lagi sumber informasi tunggal, dan siswa menjadi generasi milenial yang mudah berintegrasi dengan komunitas virtual.  Pada masa inilah, siswa dan guru sama sama memiliki kesempatan untuk mengkonsumsi informasi dengan bebas. 

Lain generasi, lain juga cara cepat tanggap kemajuan iptek. Tak bisa dipungkiri bahwa generasi milenial yang dilengkapi dengan ketersediaan gadget memiliki kesempatan untuk laju mulus beradaptasi dengan zaman. Sedangkan guru yang berbeda generasi tak bisa tinggal diam, didorong untuk terus menepadankan diri dengan peserta didiknya yang milenialis. 

Dengan keterbatasan itulah, SAGUSABLOG hadir dalam program satu guru satu blog yang tujuannya adalah mengupgrade kemampuan guru untuk menghadapi kebutuhan zaman. Guru didorong untuk percaya diri mengaktualisasikan dirinya di tengah sosialita virtual lintas partisi. Guru dan siswa sama-sama generasi yang hidup pada masa New Normal, guru diajak untuk menghadirkan pembelajaran yang lebih mengena pada "bahasa generasi now". 

Bersama wadah SAGUSABLOG guru dibimbing membuat perangkat pembelajaran berbasi IPTEK dan diajak untuk membuat opininya dalam https://blog.igi.or.id/ Guru menjadi manusia yang percaya diri memecahkan cara mengajar zaman feodal. Guru menjadi bagian dari sebuah generasi yang akan mewarisi peradaban nusantara. Bersama Sagusablog, guru menjadi sosialita pendidik yang siap menghadapi tantangan New Normal

Sunday, July 12, 2020

Latar Belakang Cat Air

Sejak tahun 2019 lalu, saya menggunakan spidol untuk latar belakang. Sejak bulan Juli 2020, saya menggunakan cat air karena warna yang dihasilkan lebih pekat dan warnah-warna lebih nampak tajam. Silakan dicoba

Coloring is Fun

Awal aku suka mewarnai karena kejenuhan mengajar di dalam kelas. Aku harus berhadapan dengan administrasi kelas yang bertumpuk-tumpuk ditambah dengan suasana kelas yang kadang tidak kondusif apalagi kalau cuaca siang hari nan panas.  Jika harus mengajar pada jam akhir, wah.. luar biasa membutuhkan tenaga ekstra. Siswa semakin lasak karena panas, walau pun kelas sudah dilengkapi dengan beberapa kipas angin. 

Suatu saat ketika aku sendiri di dalam kelas, aku mencoret-coret kertas dengan spidol warna. lambat laun, aku tertarik, karena warna warni itu membuat aku lebih rileks. Kemudian keesokan harinya, aku coba lagi coret core dengan menambahkan beberapa fariasi warna, dan hasilnya aku gembira. 

Pengalaman ini, aku coba di dalam kelas. Setiap anak aku berikan selembar kertas dengan pola yang harus diwarnai. Sungguh, diluar dugaan, kelas yang ramai dan lasak, berubah menjadi kelas "adem". Siswa asik bermain coretan warna warnai mereka, bahkan mereka berdiskusi memilih warna yang tepat. 

Pengalaman ini, membuat aku semakin mencintai mewarnai. Mewarnai dunia, menjadi bagian yang tidak lepas dari sensasi seni manusia.