MENINGKATKAN SEMANGAT BELAJAR PESERTA DIDIK KELAS IV
PADA MASA PEMBELAJARAN DARING MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN DAN BUDI
PEKERTI MELALUI VIDEO PEMBELAJARAN KREATIF
Yapendik Hidup Baru Batam
Abstrak:
Tulisan ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK)
yang bertujuan untuk meningkatkan semangat belajar peserta didik kelas IV pada
masa pembelajaran daring mata pelajaran Pendidikan Agama Kristen dan Budi
Pekerti melalui video pembelajaran kreatif di SDS Hidup Baru 1 Sagulung, Batam.
Data penelitian ini diperoleh dari hasil observasi hasil keaktifan peserta
didik melalui pengumpulan tugas.
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan sebanyak
dua kali siklus, diperoleh hasil yang signifikan, khususnya respon siswa
terhadap pengembalian tugas yang diberikan oleh guru. Ada peningkatan persentase respon peserta
didik mengerjakan dan mengumpulkan tugas-tugas. Sebelum penelitian
dilaksanakan, respon peserta didik yang mengumpulkan tugas hanya 16%, setelah
dilaksanakan siklus I meningkat 18%, kemudian setelah diadakan pembuatan video
kreatif, respon siswa meningkat menjadi 78%.
Kata kunci: semangat belajar, video pembelajaran kreatif PENDAHULUAN
Pembelajaran daring di sekolah telah
dilaksanakan kurang lebih sembilan bulan sejak pandemi melanda Indonesia.
Sesuai dengan edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor
4 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan dalam Masa Darurat
Penyebar Corona Virus Disease (COVID-19), pembelajaran berubah dari luring
menjadi daring.
Media harus mampu mendorong bangkitnya keinginan anak untuk mengetahui.[1] Menurut Anderson, media memiliki beberapa fungsi antara lain: fungsi atensi yaitu untuk menarik perhatian siswa dan fungsi afektif yaitu untuk membangkitkan gairah dan emosi peserta didik melalui gambar yang ditayangkan. Bentuk penyajian video pembelajaran harus mampu hadir bersama dengan peserta didik dan mampu mengajak siswa masuk secara emosi ke dalam alur video tersebut.
Video pembelajaran kreatif dibuat berdasarkan kaidah penyusunan video yang terstruktur, sistematis, menarik dengan mempertimbangkan aspek latar belakang audiensnya mampu meningkatkan semangat belajar dan mengupulkan tugas peserta didik kelas IV SDS Hidup Baru 1 Sagulung.
METODE
Metode yang digunakan adalah metode eksperimen yaitu
menguji efektifitas dan efisiensi suatu pendekatan media pengajaran dan
pembelajaran sehingga hasilnya menentukan kelayakan diterapkan (Dedi Sutedi
2009:54). Dengan pendekatan ini akan diselidiki sebab akibat dari media yang
digunakan sebagai alat perbandingan (Nazir 1988:75). Dalam Penelitian Tindakan
Kelas ini metode eksperimen adalah penyajian konten video pembelajaran yang
diujikan menjadi dua kali siklus pada minggu pertama bulan September 2020 dan
minggu kedua bulan September 2020.
HASIL
Instrumen yang digunakan adalah responden melalui google
form yang di dalamnya tercantum emoji kepuasan dan quis materi pembelajaran.
Hasil responden ini diperoleh dari penayangan video pembelajaran dalam dua kali
siklus dengan modifikasi isi hingga mencapai tanggapan yang cukup untuk
menggambarkan semangat peserta didik. Video pembelajaran kreatif inilah yang
digunakan sebagai eksperimen.
Instrumen google form terdiri dari dua bagian, yaitu
survey tingkat kepuasa peserta didik terhadap video pembelajaran. Survey
kepuasan berupa gambar emoji yang artinya ”sedih”, ”biasa saja”, dan ”puas”.
Bagian kedua adalah berupa sepuluh butir pertanyaan pilihan ganda yang
merupakan inti materi yang ditayangkan dalam video.
Berdasarkan hasil yang diperoleh, motivasi peserta didik mulai tampak pada
siklus pertama, berbanding jauh dengan respon pada minggu keempat bulan Agustus
hanya 4 orang peserta didik.
Pada siklus pertama, video pembelajaran sudah dirancang sesuai kaidah penyusunan
video, antar lain penyusunan naskah yang sesuai dengan tingkat peserta didik
kelas IV, menambahkan animasi, penyesuaian durasi tayang yang semula 15 menit
menjadi lebih singkat kurang lebih 7 menit. Pada tahap ini, fungsi atensi video
pembelajaran mulai tampak, tingkat kepuasan “biasa saja” masih mendominasi.
Hasil responden sejumlah 18 orang responden belum sesuai dengan yang
diharapkan.
Kolaborasi antara guru dan peserta didikpun dilakukan, dengan mengubah cara mengajar daring monolog oleh guru diubah menjadi interaktif. Pada bagian tertentu disusun scenario peran “Reporter Cilik”, yaitu peserta didik sebagai reporter yang mewarwancarai gurunya. Narasi disusun oleh guru sesuai dengan materi pembelajaran, untuk akting diserahkan sepenuhnya kepada peserta didik.
Langkah berikutnya adalah mempercantik penyajian video dengan cara
menggunakan aplikasi edit dari handphone ke laptop. Cara edit di laptop memberi
keleluasaan bagi guru untuk mengedit dan mempercantik tampilan, sekaligus
menampilkan wajah guru bersamaan dengan animasi pembelajaran lain. Selain itu,
kualitas audio pun lebih bagus dan menarik, tayangan yang semula hanya suara
lebih menarik ketika diiringi dengan alunan musik. Suara guru lebih lantang
terdengar ketika menggunakan alat tambahan yaitu perekam suara eksternal. Efek
suara ini memperkuat karakter narasi yang ditampilkan.

