Showing posts with label Ceritaku. Show all posts
Showing posts with label Ceritaku. Show all posts

Wednesday, November 11, 2020

Penelitian Tindakan Kelas

 

MENINGKATKAN SEMANGAT BELAJAR PESERTA DIDIK KELAS IV PADA MASA PEMBELAJARAN DARING MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN DAN BUDI PEKERTI MELALUI VIDEO PEMBELAJARAN KREATIF 

 Abedneju Gabriel, M.Hum.

Yapendik Hidup Baru Batam           

abedneju@ymail.com

  

Abstrak:

Tulisan ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang bertujuan untuk meningkatkan semangat belajar peserta didik kelas IV pada masa pembelajaran daring mata pelajaran Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti melalui video pembelajaran kreatif di SDS Hidup Baru 1 Sagulung, Batam. Data penelitian ini diperoleh dari hasil observasi hasil keaktifan peserta didik melalui pengumpulan tugas.

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan sebanyak dua kali siklus, diperoleh hasil yang signifikan, khususnya respon siswa terhadap pengembalian tugas yang diberikan oleh guru.  Ada peningkatan persentase respon peserta didik mengerjakan dan mengumpulkan tugas-tugas. Sebelum penelitian dilaksanakan, respon peserta didik yang mengumpulkan tugas hanya 16%, setelah dilaksanakan siklus I meningkat 18%, kemudian setelah diadakan pembuatan video kreatif, respon siswa meningkat menjadi 78%.


Kata kunci: semangat belajar, video pembelajaran kreatif
 PENDAHULUAN

Pembelajaran daring di sekolah telah dilaksanakan kurang lebih sembilan bulan sejak pandemi melanda Indonesia. Sesuai dengan edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan dalam Masa Darurat Penyebar Corona Virus Disease (COVID-19), pembelajaran berubah dari luring menjadi daring.

Media harus mampu mendorong bangkitnya keinginan anak untuk mengetahui.[1] Menurut Anderson, media memiliki beberapa fungsi antara lain: fungsi atensi yaitu untuk menarik perhatian siswa dan fungsi afektif yaitu untuk membangkitkan gairah dan emosi peserta didik melalui gambar yang ditayangkan. Bentuk penyajian video pembelajaran harus mampu hadir bersama dengan peserta didik dan mampu mengajak siswa masuk secara emosi ke dalam alur video tersebut.

Video pembelajaran kreatif dibuat berdasarkan kaidah penyusunan video yang terstruktur, sistematis, menarik dengan mempertimbangkan aspek latar belakang audiensnya mampu meningkatkan semangat belajar dan mengupulkan tugas peserta didik kelas IV SDS Hidup Baru 1 Sagulung.


METODE

Metode yang digunakan adalah metode eksperimen yaitu menguji efektifitas dan efisiensi suatu pendekatan media pengajaran dan pembelajaran sehingga hasilnya menentukan kelayakan diterapkan (Dedi Sutedi 2009:54). Dengan pendekatan ini akan diselidiki sebab akibat dari media yang digunakan sebagai alat perbandingan (Nazir 1988:75). Dalam Penelitian Tindakan Kelas ini metode eksperimen adalah penyajian konten video pembelajaran yang diujikan menjadi dua kali siklus pada minggu pertama bulan September 2020 dan minggu kedua bulan September 2020.


 

HASIL

Instrumen yang digunakan adalah responden melalui google form yang di dalamnya tercantum emoji kepuasan dan quis materi pembelajaran. Hasil responden ini diperoleh dari penayangan video pembelajaran dalam dua kali siklus dengan modifikasi isi hingga mencapai tanggapan yang cukup untuk menggambarkan semangat peserta didik. Video pembelajaran kreatif inilah yang digunakan sebagai eksperimen.

Instrumen google form terdiri dari dua bagian, yaitu survey tingkat kepuasa peserta didik terhadap video pembelajaran. Survey kepuasan berupa gambar emoji yang artinya ”sedih”, ”biasa saja”, dan ”puas”. Bagian kedua adalah berupa sepuluh butir pertanyaan pilihan ganda yang merupakan inti materi yang ditayangkan dalam video.


 PEMBAHASAN

Berdasarkan hasil yang diperoleh, motivasi peserta didik mulai tampak pada siklus pertama, berbanding jauh dengan respon pada minggu keempat bulan Agustus hanya 4 orang peserta didik. 

Pada siklus pertama, video pembelajaran sudah dirancang sesuai kaidah penyusunan video, antar lain penyusunan naskah yang sesuai dengan tingkat peserta didik kelas IV, menambahkan animasi, penyesuaian durasi tayang yang semula 15 menit menjadi lebih singkat kurang lebih 7 menit. Pada tahap ini, fungsi atensi video pembelajaran mulai tampak, tingkat kepuasan “biasa saja” masih mendominasi. Hasil responden sejumlah 18 orang responden belum sesuai dengan yang diharapkan.

Kolaborasi antara guru dan peserta didikpun dilakukan, dengan mengubah cara mengajar daring monolog oleh guru diubah menjadi interaktif.  Pada bagian tertentu disusun scenario peran “Reporter Cilik”, yaitu peserta didik sebagai reporter yang mewarwancarai gurunya. Narasi disusun oleh guru sesuai dengan materi pembelajaran, untuk akting diserahkan sepenuhnya kepada peserta didik.

Langkah berikutnya adalah mempercantik penyajian video dengan cara menggunakan aplikasi edit dari handphone ke laptop. Cara edit di laptop memberi keleluasaan bagi guru untuk mengedit dan mempercantik tampilan, sekaligus menampilkan wajah guru bersamaan dengan animasi pembelajaran lain. Selain itu, kualitas audio pun lebih bagus dan menarik, tayangan yang semula hanya suara lebih menarik ketika diiringi dengan alunan musik. Suara guru lebih lantang terdengar ketika menggunakan alat tambahan yaitu perekam suara eksternal. Efek suara ini memperkuat karakter narasi yang ditampilkan.

 




Wednesday, November 4, 2020

Video Pembelajaran Plotagon

MAIN KREASI

Tidak terasa masa pandemi hampir satu tahun menemani cerita hidup kami sebagai guru. Tak ada suara anak-anak di sekolah, dan tak terdengar celoteh mereka saat bermain, bercanda, bertengkar, berdebat, dan banyak lagi.  Semuanya itu menjadi kenangan beberapa bulan ini. 

Sebagai guru, kami pun merasakan sulitnya memberikan materi selama pandemi, kelas tatap muka berubah menjadi daring membawa beragam efek yang belum pernah dialami sebelumnya. Cara tradisional yang nyaman bagi guru, berangsur tergeser dengan pelayanan daring, yang selama ini asing bahkan terkesan tabu bagi guru "zaman klasik".

Pada masa pandemi inilah, waktunya guru berbuat sesuatu untuk survive dan eksis sebagai pengajar. Pada masa inilah kami membuat video pembelajaran yang inovatif. Pada awalnya hanya berupa audio, berubah menjadi media gerak setelah mengenal beragam aplikasi baru. 

Berikut adalah video pembelajaran menggunakan aplikasi plotagon, yang bisa digunakan sebagai media pembelajaran siswa di rumah. 


 https://www.youtube.com/watch?v=Y6csj9CQyXI


Sunday, July 12, 2020

Latar Belakang Cat Air

Sejak tahun 2019 lalu, saya menggunakan spidol untuk latar belakang. Sejak bulan Juli 2020, saya menggunakan cat air karena warna yang dihasilkan lebih pekat dan warnah-warna lebih nampak tajam. Silakan dicoba

Coloring is Fun

Awal aku suka mewarnai karena kejenuhan mengajar di dalam kelas. Aku harus berhadapan dengan administrasi kelas yang bertumpuk-tumpuk ditambah dengan suasana kelas yang kadang tidak kondusif apalagi kalau cuaca siang hari nan panas.  Jika harus mengajar pada jam akhir, wah.. luar biasa membutuhkan tenaga ekstra. Siswa semakin lasak karena panas, walau pun kelas sudah dilengkapi dengan beberapa kipas angin. 

Suatu saat ketika aku sendiri di dalam kelas, aku mencoret-coret kertas dengan spidol warna. lambat laun, aku tertarik, karena warna warni itu membuat aku lebih rileks. Kemudian keesokan harinya, aku coba lagi coret core dengan menambahkan beberapa fariasi warna, dan hasilnya aku gembira. 

Pengalaman ini, aku coba di dalam kelas. Setiap anak aku berikan selembar kertas dengan pola yang harus diwarnai. Sungguh, diluar dugaan, kelas yang ramai dan lasak, berubah menjadi kelas "adem". Siswa asik bermain coretan warna warnai mereka, bahkan mereka berdiskusi memilih warna yang tepat. 

Pengalaman ini, membuat aku semakin mencintai mewarnai. Mewarnai dunia, menjadi bagian yang tidak lepas dari sensasi seni manusia.